Teman, ternyata benar..

Teman, ternyata benar apa yang dikatakan oleh hatiku kala itu. Semua takut yang aku rasakan itu bukan tanpa alasan. Rasa takut itu hanya sebagai tanda dimana aku harus mempersiapkan hatiku untuk menghadapi semua ini.

Ya, hari ini aku kehilangannya. Seseorang yang beberapa minggu terakhir memenuhi hariku dengan tawa yang ia buat. Merangkai indahnya percakapan yang terjalin dengan kata – kata manis. Terlebih, dengan sanjungan – sanjungan yang terkesan berlebihan tapi polos. Dan lebih parahnya lagi, aku mulai mempercayakan sedikit hatiku padanya.

Hahaha. Hanya tawa sumbang ini yang kembali terdengar. Dia memilih untuk pergi. Tanpa ucapan selamat tinggal, atau penjelasan ala kadarnya. Ya, dia yang memilih untuk pergi. Pergi membawa secuil hati yang kupercayakan padanya. Sakit ini, terasa begitu aneh. Bukan keseluruhan hati yang sakit. Hanya dari bagian itu, bagian yang dia bawa.

Aku harus bertahan. Meski rasa sakit ini tak mau enyah dalam sekerling mata. Dan apa kata mereka yang menganggap ini benar adanya. Apa yang harus aku katakan. Oh, mungkin aku hanya perlu untuk menjadi tidak peduli. Biarkan dia pergi bersama puing hati yang dia bawa itu. Andai masih ada waktu, Ijinkan aku berkata “thank you” untuk semua memori yang dia beri. Dan menjalani hidupku kembali.

 

-glad-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s