Takut

Aku takut. Aku takut akan perasaanku saat ini kepadamu. Aku takut jatuh terlalu dalam belanga cinta yang kau tawarkan. Aku takut semua ucap manis bibirmu, semua kata kata yang mengundang tawa tersipu itu, hanya ada dibibirmu sekejap saja. Aku takut aku berharap terlalu banyak. Aku takut aku salah mengartikan setiap perhatian yang kau berikan. PHP? terdengar klise, tapi itulah hal yang paling aku takutkan saat ini.

Aku merasa aku mengenalmu. Setiap percakapan yang kita lontarkan tanpa habis, seakan menyingkap semua yang ada dibalik hidupmu. Tapi, apakah benar itu yang di sana? Ku rasa, tirai ini terlalu lebar, dan kita baru menyingkapnya sedikit saja. Dan itu yang membuatku terlebih takut, seakan aku tak kan pernah bisa menggapaimu.

Bagaimana caraku untuk mengerti. Sedangkan aku tak sanggup bila harus terluka lagi. Dia pernah menawarkan cinta yang hampir sama. Namun dia pergi. Ya, dia. Dia yang aku ceritakan tempo hari. Yang membuat air mukamu sedikit berubah, kurasa. Apakah engkau tau, ada maksud hatiku saat aku menceritakannya kepadamu? Aku tak mau itu terulang lagi padaku, olehmu.

Sekarang aku disini. Menantang hati untuk mau mengukir kisah indah ini bersamamu. Mendekap ketakutanku. Takut akan kehilanganmu. Ah iya, itu yang daritadi tertahan dibibirku. Aku takut kau pergi. Tanpa memberi pesan, tanpa memberi kabar. Dan kau hanya menggantungkan harapan palsu ini kepadaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s