Dan hari-hari itu telah berlalu..

Terkadang saat kita berada dititik bawah, kita merasa hari-hari berlalu begitu lamban. Tapi, terkadang kita terbangun dari tidur panjang kita dan menyadari hari-hari terdahulu telah berlalu.

Saya berdiri disalah satu sisi bus memegang telepon genggam dan bersandar pada tiang yang ada. Tidak berniat untuk melihat sekitar, yang saya rasa hanya berisi robot-robot yang menjalankan rutinitasnya. “Pempaya, pempaya, pempaya, cez”. Suara itu mengganggu saya. Saya mendongak. Dua bocah SD yang membawa tas besar dan berat sedang bermain di dalam bus tanpa memperhatikan sekelilingnya. Saya terpaku melihatnya. Menerka -nerka permainan apa yang mereka mainkan sambil tersenyum sesekali saat satu diantara mereka kalah. Tawa riuh mereka menggelegar sampai seisi bus. Tapi mereka tidak peduli. Bahkan, berpasang-pasang mata yang tertuju pada mereka, dua bocah ini tidak menghiraukan. Wajah lelah sepulang sekolah, berpadu dengan tawa khas dan semangat yang tak terlukiskan.

Saya tertegun. Canda tawa itu. Muka lelah namun bersemangat itu. Rona merah dipipi. Dahi berkeringat. Seragam lusuh. Bau kecut dan tangan kecil yang kotor. Sudah berapa lama? Sudah berapa lama itu lepas dari tampilan saya selepas sekolah? Tas berat beroda yang terlihat penuh sesak. Itu, itu yang dulu mengundang teriakan mama “Nak, itu tas dikasih ke mbak ya, kamu nanti tambah pendek”. Mama hanya tidak tahu betapa bangga saya menggendong tas itu. Dan mama juga tidak tahu betapa saya merindukkan tas itu ada dipunggung saya saat ini.

Ya, hari-hari itu telah berlalu. Hari dimana saya bisa mengekspresikan semua yang saya rasakan. Hari dimana saya hanya memikirkan permainan. Hari dimana saya hanya bangun, sekolah, pulang. Hari dimana saya tidak memikirkan orang lain dan hanya diri saya saja.

And here I am now. Merenungi waktu yang berlalu begitu cepat tanpa disadari. Bukankah ini pertanda baik bahwa kita beranjak dewasa? Atau mengundang penyesalan atas hari-hari lalu tanpa melakukan sesuatu yang berarti? Whatever it is, I want to do something new, something dofferent, something worth it, something that I will always remember even when I’m growing old.

Dan suatu hari nanti ketika saya menyadari hari-hari ini telah berlalu, saya akan tersenyum dan berkata “Hidup ini indah dan inilah waktuku untuk mensyukuri hidup ini.” Tuhan memberkati!

-Glad-

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s